No comment yet

Mengaku Menstruasi Rutin, Tapi Tiba-tiba Ibu Ini Melahirkan di Dapur

London, Seorang ibu berusia 29 tahun tidak pernah menyangka bahwa dirinya sedang hamil. Sebab bobotnya tidak mengalami pertambahan dan ia tetap rutin Mendapat menstruasi. Tapi tiba-tiba saja ibu itu melahirkan bayi berbobot 3,3 kilogram di dapur rumahnya!

Mhairi Murdoch merasa sangat terkejut ia melahirkan bayi kendati tak ada satu pun tanda kehamilan pada dirinya. Ia mengaku mendapat datang bulan dengan rutin, bobotnya tidak bertambah, dan bahkan ia masih mendapatkan suntikan antikehamilan. Ia hanya merasakan sedikit kembung dan tidak merasakan ada pergerakan bayi atau pertanda lain.

Natal lalu (25/12) ia mengalami sakit perut dan merasa kembung. Hari berikutnya mendekati tengah malam, ia sedang membuat jus jeruk ketika tiba-tiba merasakan sakit yang hebat pada perutnya. Rasa sakit itu sangat kuat hingga seolah merembet ke lututnya.

Ia menjerit kesakitan. Suaminya, Russel, sontak berlari dari lantai dua untuk membantunya. Pernah melahirkan tiga kali sebelumnya, ibu itu lantas sadar apa yang sebenarnya terjadi. Saat itulah ia baru sadar ia akan segera melahirkan di dapur rumahnya.

Ibu itu bertutur, "Saya mengejan dengan sangat kuat untuk mendorong. Saya pikir ada sesuatu yang salah. Saat itu saya hanya berteriak pada suami 'Kupikir aku akan melahirkan'. Tiba-tiba wajahnya jadi pucat."

Untung suami dan Callum, putra Mhairi, bisa membantu proses kelahiran yang menyakitkan namun sangat cepat itu. Mereka berdua memberikan handuk dan pertolongan lain pada wanita itu.

Sekitar sepuluh menit kemudian putri kecilnya terlahir dengan selamat ke dunia dan diberi nama Casey. Keluarga mereka tidak pernah menyangka akan ada tambahan anggota baru. Kini Callum (12), Caitlin (12), dan John (22 bulan) mempunyai seorang adik.

 Setelah kelahiran itu, baik ibu dan bayi yang baru saja dilahirkan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Syukur bayi mungil itu dalam kondisi sehat dan fit. Dokter berujar, Mhairi tidak merasakan pergerakan apapun dari si bayi selama kehamilan karena posisi si bayi ada di bagian belakang.

"Ini adalah kejutan Natal terbesar yang tak pernah kami bayangkan," ujar Mhairi sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Selasa (31/12/2013).

"Paginya saya merasa sedikit sakit perut dan merasa tidak enak badan. Saya berpikir untuk minum segelas jus jeruk sebelum tidur. Tiba-tiba saja aku merasakan sakit yang teramat tepat di perut," cerita ibu yang kini memiliki empat orang anak itu.

Minggu malam (29/12), ibu dan putrinya diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Mhairi benar-benar masih merasa terkejut, begitu pula dengan keluarga dan teman-temannya. Ia tidak menyangka akan melahirkan dan belum mempersiapkan apa pun untuk bayinya. Untung kolega dan keluarga Mhairi membantu mencari barang-barang kebutuhan si bayi. Baca juga: Rutin Haid Setiap Bulan Tapi Ternyata Sedang Hamil? Ini Penjelasan Dokter.[health.detik.com].
No comment yet

Rutin Haid Setiap Bulan Tapi Ternyata Sedang Hamil? Ini Penjelasan Dokter

Jakarta, Desember 2013 lalu seorang ibu tiba-tiba melahirkan padahal ia mengaku rutin datang bulan. Mhairi Murdoch, wanita itu juga mengakui ia tidak mengalami gejala kehamilan dan tidak merasakan adanya perubahan pada tubuhnya. Ia tak mengalami mual-mual atau muntah dan bahkan tetap mendapat suntikan kontrasepsi.

Mungkinkah seorang wanita mengalami kehamilan padahal ia rutin mendapat datang bulan? Menurut dr Irfan Mulyana Mustofa, dokter kandungan di RSUD Leuwiliang Bogor, tidak mungkin seorang wanita yang rutin datang bulan mengalami kehamilan. Sebab menstruasi adalah pertanda bahwa seorang wanita tidak sedang hamil.

"Menstruasi adalah pertanda bahwa seorang wanita tidak hamil," ungkap dr Irfan ketika berbincang detikHealth dan ditulis pada Rabu (8/1/2014).

Lantas, apa yang terjadi pada Mhairi Murdoch? Mengapa seorang ibu tetap datang bulan meski sedang mengandung?

Menurut dr Irfan, darah yang keluar saat wanita hamil belum tentu merupakan darah haid. Darah yang keluar pada hamilan trimester I merupakan pertanda terjadinya Abortus Imminens atau ancaman keguguran. Banyak wanita yang mengalami pendarahan ketika usia kandungannya berada di trisemester pertama. Pendarahan tersebut biasanya berupa flek atau sebagian yang berupa darah cair. Ketika diperiksa ternyata tidak ada pembukaan mulut rahim dan hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa kandungannya baik-baik saja.

Jika perdarahan masih terjadi hingga trisemester II sampai III, kemungkinan letak ari-ari terlalu rendah atau menutupi pintu mulut rahim. Darah itulah yang salah dikira sebagai darah haid. Pada kasus ini biasanya pasien mengalami perdarahan, juga disertai kontraksi pada rahim.

"Pada kehamilan dengan lokasi plasenta letak rendah, kadang disertai dengan pendarahan yang terus keluar," tanggap dr Irfan terhadap kasus yang dialami Mhairi Murdoch.

Mhairi Murdoch mungkin mengira bahwa darah yang keluar adalah darah haid. Padahal itu adalah darah yang keluar sebagai akibat karena letak plasenta bayinya terlalu rendah. Sedang mengapa ada ibu yang tidak merasakan pergerakan bayi, menurut Irfan adalah karena setiap ibu hamil memiliki kepekaan yang bersifat relatif. Ada ibu yang sangat peka dan ada juga ibu yang kurang peka.

Pendapat ini memperkuat kebanyakan para ulama yang mengatakan bahwa wanita hamil tidak mengalami menstruasi. [health.detik.com]
No comment yet

Mengenali Darah Istihadah

Setelah mempelajari tentang batas minimal dan maksimal menstruasi/haid sekarang tiba saatnya mempelajari tentang darah istihadah. Darah istihadah adalah darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita yang tidak biasa seperti darah menstruasi atau darah nifas. Ulama sendiri biasa menyebut sebagai darah penyakit. Keluarnya tidak mempunyai keteraturan sebagaimana darah menstruasi.

Darah yang keluar secara kontinu tanpa henti melalui kemaluan seorang wanita oleh ulama disebut darah istihadah. Ada tujuh kriteria orang yang mengalami hal ini:
  1. Pemula dan dapat membedakan ciri-ciri darah
  2. Pemula namun tidak dapat membedakan ciri-ciri darah
  3. Terbiasa dan dapat membedakan ciri-ciri darah
  4. Terbiasa namun tidak dapat membedakan ciri-ciri darah
  5. Terbiasa dan dapat membedakan ciri-ciri darah sekaligus ingat kadar dan waktunya
  6. Terbiasa dan dapat membedakan ciri-ciri darah namun tidak ingat kadar dan waktunya
  7. Terbiasa dan dapat membedakan ciri-ciri darah namun hanya ingat kadar tanpa ingat waktu maupun sebaliknya; ingat waktu tanpa ingat kadarnya.
Masing-masing kriteria ini mempunyai penjelasan yang sangat panjang agar semua jelas, sebab masing-masing mempunyai konsekuensi hukum yang berbeda. Oleh karenanya 7 kriteria di atas akan satu persatu dalam postingan selanjutnya.